Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Anak Berkeringat Banyak, Normalkah?

Berkeringat merupakan mekanisme tubuh untuk mengatur suhu tubuh. Keringat itu sendiri diproduksi oleh kelenjar keringat yang ada dalam tubuh. Jadi, si kecil berkeringat adalah hal normal.

Yang perlu Mama tahu, keluarnya keringat bisa dipengaruhi genetik. Ada orang yang memang produksi keringatnya sangat banyak, namun ada pula yang produksinya biasa-biasa saja. Selain itu, produksi keringat bisa pula dipicu oleh banyak hal, seperti stres, sedang mengalami penyakit infeksi dan demam, cuaca yang panas, serta udara yang lembab.

Bila anak Anda sehat, aktif, berat dan panjang badannya naik secara proporsional, dan perkembangannya cukup, seharusnya kondisi tubuhnya termasuk normal dan tidak ada yang perlu Anda khawatirkan.

Jadi? Anda tidak perlu ke dokter khusus. Seiring dengan bertambahnya usia, masalah berkeringat banyak ini akan mereda pada sebagian anak. Meski begitu, ada juga sebagian kecil anak yang tetap banyak berkeringat setelah dewasa.

Yang pasti, kondisi ini tidak akan mempengaruhi kualitas hidup si kecil di masa mendatang. Sebaiknya, Anda selalu menjaga agar pori-porinya tidak tertutup (misalnya, jangan menggunakan bedak) serta keringat harus sering-sering diseka (agar cepat kering). Catatan: Pori-pori yang tertutup akan memicu biang keringat alias heat rash.

Mengapa Asam Folat Penting untuk Ibu Hamil

Begitu hamil anak kedua, Shinta, mama dari Mabel (2), langsung menyusun menu sehat kaya asam folat untuk dirinya. Sumber terbaik asam folat antara lain, sayuran berdaun hijau gelap, kacang polong, susu, dan jus jeruk.

Mama satu ini memahami betul kalau nutrisi ini sangat penting dalam pembentukan otak dan saraf calon bayinya. Selain mempengaruhi kecerdasan si kecil kelak, ternyata ada beberapa manfaat lain, yakni:

- Membantu membentuk sel-sel darah merah normal pada mama.

- Melakukan proses produksi DNA pada janin, sehingga tumbuh kembangnya optimal.

- Mengurangi risiko terjadinya preeklampsia, yaitu gangguan kesehatan yang bisa mempengaruhi kesehatan mama dan bayinya.

Begitu pentingnya peran asam folat, sehingga dokter pun kerap menyertakan suplemen ini ke dalam resep bersama dengan vitamin lainnya. Agar kebutuhan asam folat tercukupi, selain mengonsumsi menu sehat, Anda pun sebaiknya tidak absen mengonsumsi suplemen yang diberikan oleh dokter. Anda juga boleh menambah asupan asam folat dari susu khusus ibu hamil.

Sabtu, 10 Desember 2011

Zat Gizi, Makanan, dan Aktivitas Penunjang Kecerdasan Otak

Selama proses perkembangan otak berlangsung, setiap menit terbentuk 250.000 sel saraf (neuron) baru. Pada umur 2 tahun, ukuran otak anak sudah mencapai 80% ukuran otak orang dewasa. Upaya untuk mmebantu perkembangan otak dan kecerdasan balita, antar lain dengan memneuhi zat-zat gizi yang dibutuhkan otak secara tepat.

Dalam buku “Brain Food for Kids,” Nicole Graimes menyebutkan jenis-jenis zat gizi penujjang perkembangan otak dan kecerdasan anak adalah:
  • Karbohidrat, dalam bentuk gula sederhana dan gula kompleks, dibuthkan sebagai sumber energi untuk membentu sel-sel otak baru.
  • Protein, baik hewani maupun nabati, terdiri daru 25 jenis asam amino yang berperan penting bagi terbentuknya neutrotransmitter, yaitu senyawa pengantar pesan dari sel otak satu ke sel otak yang lain.
  • Lemak, terutama dalam bentuk asam lemak, sebagai bahan baku pembentuk sel-sel otak baru. Sebanyak 60% dari otak terbentuk dari lemak. Jenis asam lemak yang paling utama adalah asam lemak tidak jenuh rantai panjang, contohnya omega-3, EPA, dan DHA. Asam lemak omega-3 ini paling banyak ditemukan dalam ikan laut, seperti ikan kod.
  • Vitamin dan mineral, sangat dibutuhkan untuk membantu fungsi kerj aotak, menunjang kerja sistem imun dan sistem saraf pusat.
  • Vitamin A. Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Vitamin D. Menjaga kesehatan tulang dan gigi.
  • DHA 224 mg/5 ml. Membantu perkembangan sel-sel otak.
Selain “makanan rohani” berupa rangsangan yang mencerdaskan, otak anak juga butuh “makanan jasmani” berupa brain food, yang diyakini mampu merangsang pertumbuhan sel-sel otak, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi berpikir.
  1. Kuning telur kaya kandungan choline, suatu zat yang membantu perkembangan daya ingat.
  2. Ikan Salmon adalah sumber asam lemak omega-3, DHA dan EPA, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan fungsi otak.
  3. Selai kacang banyak mengandung asam lemak omega 3.
  4. Daging sapi tanpa lemak kaya akan mineral seng yang membantu memelihara daya ingat. Ditambah kandungan zat besi yang mampu membuat anak tetap berenergi dan berkonsentrasi.
  5. Stroberi, blueberry, ceri, atau blackberry kaya asam lemak omega-3, selain tinggi vitamin C.
Ingin anak cerdas? Perhatikan dengan jeli gizi mereka setiap hari. Makanan yang populer disebut "Brain Food" ini dipercaya mampu merangsang pertumbuhan sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat, dan konsentrasi berpikir anak.
  1. Ikan dan Kerang. Ini adalah sumber terbaik asam omega-3 (DHA dan EPA) yang penting bagi tumbuh kembang fungsi otak. DHA dan EPA banyak terkandung dalam ikan yang hidup di laut dalam seperti Salmon, Tuna, Sardine, Makarel, Tengiri, dan Kembung, sedangkan Tawes adalah satu contoh ikan air tawar yang kaya DHA dan EPA.
  2. Telur. Dikenal sebagai sumber protein dengan harga terjangkau, bagian kuning telur yang kaya kandungan lecithin dianggap penting sebagai makanan otak untuk membantu perkembangan memori dan daya ingat.
  3. Daging Sapi, kaya akan zat besi yang penting untuk membuat anak tetap berenergi dan berkonsentrasi. Daging sapi juga mengandung mineral seng yang memelihara daya ingat.
  4. Daging Ayam, dipercaya dan dapat diandalkan sebagai sumber asam amino yang dibutuhkan tubuh.
  5. Gandum Murni, mampu mensuplai kebutuhan glukosa yang dibutuhkan tubuh secara konstan. Vitamin B yang terkandung didalamnya penting untuk memelihara kesehatan sistem saraf.
  6. Oatmeal. Sereal populer ini merupakan sumber vitamin E, B, potasium dan seng yang membuat tubuh dan otak berfungsi pada kapasitas penuh.
  7. Beras merah, berfungsi meningkatkan jumlah serotonin, senyawa utnuk memperbaiki suasana hati dan menenangkan otak.
  8. Berry, apapun jenisnya mengandung vitamin C dan antioksidan kadar tinggi untuk melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas.
  9. Kacang-kacangan. Makanan spesial ini kaya akan serat, vitamin B kompleks, zat besi, dan magnesium yang penting untuk tingkatkan daya ingat dan kesehatan sistem saraf anak.
  10. Buah dan sayuran berwarna, terbukti kaya vitamin dan mineral yang menjadikan otak tetap bertenaga dan antioksidan yang tangguh untuk memperbaiki sel otak.
  11. Susu dan Yogurt, makanan yang berasal dari produk susu jelas penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter, dan enzim. Kandungan vitamin D didalamnya penting untuk membangun sistem saraf otot dan regenerasi sel manusia secara keseluruhan.
  12. Keju, kandungan gizi yang ada pada keju bisa mendongkrak nilai gizi bahan pangan lainnya.
Ajarkan anak untuk makan makanan bergizi setiap hari, agar tumbuh kembangnya optimal dan tidak mudah sakit.
Otak manusia itu unik. Semakin banyak digunakan untuk berpikir, semakin banyak terbentuk sambungan-sambungan baru di dalamnya yang semakin lama semakin menguat. Saat anak berpikir (baca: menggunakan otaknya), terjadi banyak hal di dalam kepalanya:
  • Zat kimia dari dalam tubuh lebih cepat masuk ke dalam otak, karena setiap rangsangan belajar meningkatkan terjadinya komunikasi antarsel.
  • Volume otak berkembang lebih cepat, karena sering digunakan. Misalnya bila normalnya proses perkembangan memerlukan waktu satu bulan, tetapi karena sering dipakai bisa juga berkembang dalam beberapa hari, jam bahkan menit. Ahli syaraf menyebutnya workability. Selama otak diberi rangsangan (bahasa baru, keterampilan baru, atau bahkan hanya mengenali wajah baru), perkembangannya berlangsung cepat.
  • Prefrontal cortex yang bertugas sebagai working memory (daya ingat), bekerja. Daya ingat bersifat permanen. Tugasnya mewaspadai sesuatu, memutuskan, mengingat, menceritakan kembali, mengkoordinasi, menghilangkan faktor-faktor pengganggu dan berkonsentrasi. Perkembangan daya ingat bertahap dimulai sejak lahir dan mencapai puncak di usia remaja. Akibat perkembangan yang bertahap itulah, anak prasekolah cepat lupa berhitung dan belum bisa mengingat sesuatu dengan baik sehingga harus dibantu dan diingatkan.
Berpikir Cepat Berkat Senam Otak. Profesor Walter Perrtig dari Universitas Bern, Swiss, mengatakan, untuk membantu daya ingat selama ini kita menggunakan teknik mnemonic (bantuan). Dengan teknik ini kita mengubah sesuatu menjadi kode agar mudah diingat. Misalnya, angka 11 dihubungkan dengan jumlah pemain bola, angka 13 dikaitkan dengan musibah. “Meskipun teknik bantuan efektif ketika kita harus memerhatikan deretan benda atau daftar belanja, tetapi dalam jangka panjang tidak membantu manusia meningkatkan inteligensi,” ujar Walter.


Terobosan berikutnya untuk meningkatkan daya ingat adalah senam otak, yang konon dapat menaikkan IQ hingga 10% dengan efeknya terjadi dengan cepat. Ditemukan Dr. Siegfried Lehr, seorang ahli psikologi, senam otak didukung sejumlah penelitian di Universitas Bern. "Senam otak sangat baik untuk anak-anak, terutama bila dilakukan saat konsentrasi mereka sedang turun. Lakukan 5 menit, susudahnya konsentrasi anak akan terbit kembali sehingga berguna untuk proses belajar selanjutnya", ujar Siegfried.

Deteksi Dini Anak Autisme

Untuk mendiagnosis apakah seorang anak menderita Autism Spectrum Disorders (ASDs) memang bukan pekerjaan mudah. Sampai sekarang, belum ada tes tertentu – tes darah, misalnya -- yang bisa memastikan.

Deteksi dini lewat observasi umumnya bisa dilakukan di usia 18 bulan atau bahkan lebih muda lagi. Tapi, diagnosis yang dilakukan oleh seorang profesional di usia anak sekitar 2 tahun sebetulnya sudah bisa memberikan hasil meyakinkan.

Sayangnya, banyak anak tidak memperoleh diagnosis final itu sampai mereka sudah terlalu besar. Akibatnya, anak melewatkan usia keemasan (golden ages)-nya, yaitu usia terbaik sebelum anak mencapai 5 tahun, untuk mendapatkan pertolongan/terapi yang dibutuhkan. Padahal, bila terapi diberikan pada masa-masa ini, peluang bagi anak untuk mencapai kemajuan berarti bisa lebih besar.

Berikut dua tahap yang perlu ditempuh untuk mendiagnosis apakah seorang anak menyandang ASDs atau tidak.

1. Pemeriksaan tumbuh kembang anak (developmental screening), tes singkat untuk mengetahui apakah anak sudah bisa menguasai kemampuan dasar sesuai usianya atau mengalami keterlambatan. Dokter

biasanya akan menanyai orangtua dan mengajak anak bermain untuk mengevaluasi apa yang telah dikuasai anak, termasuk gerakan, perilaku dan kemampuan bicaranya. Setiap keterlambatan bisa menjadi sinyal adanya masalah. Perhatian khusus perlu diberikan bila anak lahir dengan berat badan kurang, tidak cukup umur, atau memiliki kakak atau adik yang merupakan penyandang ASD. Bila melihat adanya sinyal masalah, dokter akan menyarankan evaluasi lebih lanjut untuk dapat memastikan.

2. Evaluasi komprehensif. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan lebih teliti mengenai perilaku anak. Ini bisa termasuk pemeriksaan penglihatan dan pendengaran, tes genetik, tes syaraf, dan berbagai tes medis lainnya.

Biasanya, bila pemeriksaan awal dilakukan oleh dokter anak, Anda akan dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis syaraf, ahli tumbuh kembang anak, psikolog anak, atau psikiater.

Meski sampai saat ini belum ada obat untuk penderita ASDs, intervensi awal bisa meningkatkan perkembangan anak secara signifikan. Terapi biasanya meliputi upaya untuk membantu anak belajar bicara, berjalan, dan berinteraksi dengan orang lain. Jadi, jangan tunda untuk segera membawa si kecil ke ahlinya bila Anda curiga ia mengalami keterlambatan atau masalah perkembangan lainnya.

Sabtu, 26 November 2011

Menepis Mimisan

Banyak cara menghentikan keluarnya darah dari hidung si kecil. Lakukan sesuai usianya, karena cara mengatasi mimisan antara bayi dan balita berbeda. Simak cara mengatasinya.

Darah yang mengalir dari cuping hidung balita ini terjadi karena ada pembuluh darah balik kecil di hidung, bisa depan atau belakang, yang “pecah” atau robek. Kondisi ini biasanya akibat:
  • Terkena kuku saat balita membersihkan atau mengorek hidung  dengan jari.
  • Menghembuskan napas atau membuang ingus terlalu kuat.
  • Hidung terbentur sesuatu yang keras saat bermain atau terjatuh.
  • Kelelahan akibat keasyikan bermain.
  • Demam tinggi.
Mengatasi mimisan pada bayi: 
  • Posisikan tubuhnya dalam keadaan duduk tegak, agak condong ke depan. Jangan membaringkan tubuhnya, karena kalau darah tertelan, balita akan mual atau bahkan muntah.
  • Tekanlah bagian bawah (cuping) hidung dengan jempol dan jari tengah Anda. Upayakan menekan dengan lembut, tapi cukup kuat dan tidak berubah-ubah posisi.
  • Bujuk balita yang mungkin akan berupaya melepaskan jepitan jari Anda dari hidungnya, dan ajarkan cara bernapas lewat mulut.
  • Lakukan penekanan ini selama 5 menit. Kalau mimisan belum berhenti, tekan lagi sampai 10 menit. Gunakan arloji atau pengukur waktu lainnya, agar lamanya waktu menekan hidung balita tepat 10 menit.
  • Bila setelah 30 menit mimisan masih berlangsung, segera ke klinik atau rumah sakit terdekat.
Mengatasi mimisan pada balita:
  • Minta balita duduk tegak, agak condong ke depan, sehingga aliran darah menjadi lebih lambat. Jangan membaringkan tubuhnya.
  • Minta balita bernapas lewat mulut.
  • Tekan cuping hidungnya dengan langkah-langkah yang sama seperti mengatasi mimisan pada bayi. Jika mungkin, ajarkan balita cara menekan kedua lubang hidungnya dengan menggunakan jari tangannya sendiri.
  • Saat balita menekan hidungnya sendiri, atau dengan bantuan Anda, alihkan perhatiannya dengan membacakan buku cerita, menonton TV, atau memutar film anak-anak.
  • Biasanya mimisan akan berhenti setelah  5–10 menit. 
  • Setelah mimisan berhenti, minta balita untuk tidak bermain “kasar” dulu, seperti lompat-lompat atau berlari, selama beberapa jam. Tujuannya, memberi waktu agar mimisannya benar-benar berhenti.
  • Katakan pada balita agar tidak menggunakan jarinya untuk membersihkan hidungnya, menghembuskan napas dengan keras, dan menggaruk lubang hidungnya selama beberapa hari.
  • Kalau setelah 30 menit mimisan belum juga berhenti, segera bawa anak ke dokter.

Rabu, 23 November 2011

Nutrisi Seimbang Penting Untuk Kecerdasan!

Nutrisi seimbang penting untuk meningkatkan dan “memelihara” kecerdasan otak. Karena bila status gizi anak kurang atau buruk, daya tahan tubuh turun dan mudah sakit. Akhirnya mempengaruhi kinerja otak.

Otak cerdas dimiliki oleh anak yang sehat. Dan untuk menyiapkan anak cerdas harus disiapkan sejak dalam kandungan. Pertumbuhan optimal otak adalah 2 tahun pertama, sehingga penting untuk memperoleh ukuran besar otak yang optimal. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan sehat.

Makanan sehat adalah yang mengandung nutrisi seimbang. Nutrisi seimbang adalah nutrisi yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Berisi berbagai bahan makanan dengan komposisi seimbang, yakni karbohidrat (55-60%), lemak (20-30%), dan  protein (hewani dan nabati: 15-25%).

Banyak penelitian membuktikan pentingnya nutrisi untuk peningkatan maupun “memelihara” kecerdasan otak. Seperti yang diungkapkan oleh Dr.Tinuk Agung Meilany, SpA, Ahli Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta, saat hadir sebagai pembicara dalam Smart Parent Conference Optimizing the Golden Years bersama Ayahbunda dan Frisian Flag di Yogyakarta, Sabtu-Minggu (17-18/7). Tinuk mengatakan apabila status gizinya baik, tubuh anak akan lebih sehat. Dia bisa belajar, tumbuh dan berkembang lebih cerdas. “Rumus ini berlaku sebaliknya bila anak memiliki status gizi kurang atau buruk sehingga anak menjadi tidak sehat, daya tahan tubuh turun dan mudah sakit, dan pada akhirnya anak tidak bisa belajar atau bertambah pandai,” lanjutnya.

Menurut Tinuk, nutrisi seimbang harus diperoleh anak setiap hari, berkesinambungan dan terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Pola makan yang lengkap untuk anak adalah 3 kali makan lengkap (nasi, lauk pauk hewani dan nabati, sayur), 2 kali makanan selingan berupa buah dan kue serta minuman, dan 2 - 3 kali minum susu.

Tinuk menambahkan, jumlah kalori yang diberikan pada anak harus disesuaikan kebutuhan Berat Badan (BB) ideal.

Senin, 14 November 2011

Ragam Penyakit Jangka Panjang

Beberapa penyakit yang sering dialami anak-anak memang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Inilah di antaranya:
1. TBC
Merupakan penyakit infeksi pada paru-paru yang disebabkan bakteri tuberkulosis. Kuman ini tergolong bandel karena bisa hidup di dalam sel-sel tubuh manusia selama berbulan-bulan bahkan dalam hitungan tahun. Untuk itulah, perlu pengobatan jangka panjang untuk membinasakan kuman tersebut. TBC rentan terjadi pada usia anak. Lantaran itu, setiap bayi dianjurkan untuk menjalani vaksinasi BCG sebagai upaya pencegahan.
2. Meningitis
Yaitu peradangan/infeksi yang terjadi pada selaput yang melapisi dan melindungi otak serta sumsum tulang belakang. Penyebabnya dapat berupa bakteri atau virus. Penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi saraf yang serius bahkan kematian. Pengobatannya diberikan rata-rata selama satu tahun.
3. Sinusitis
Merupakan penyakit infeksi yang mengenai sinus paranasal, yaitu rongga-rongga di sekitar hidung. Sinusitis terjadi akibat komplikasi dari penyakit jalan napas atas; hidung, tenggorokan, dan telinga. Mudah menyerang anak-anak karena daya tahan tubuh mereka masih belum optimal. Juga pada anak dengan gejala alergi yang mudah terjangkit batuk-pilek. Umumnya setelah menderita influenza, anak akan terkena sinusitis. Yang jadi masalah, sinus kadang kambuh jika cuaca sedang buruk. Inilah yang membuat pengobatannya mesti berlangsung lama. Sinus yang tergolong ringan saja harus diobati selama 2-3 minggu.
4. Asma
Adalah penyakit peradangan saluran napas akibat terjadinya peningkatan kepekaan saluran napas terhadap berbagai rangsangan. Penyakit asma merupakan penyakit seumur hidup namun relatif mudah dikontrol. Pemberian obat diberikan berdasarkan gejala. Jadi ada penderita yang setiap hari harus mengonsumsi obat, ada pula yang saat kambuh saja. Obat dihentikan setelah gejala sesak napas hilang. Namun, bagi penderita yang sering kambuh ­ katakanlah mengalami serangan sesak hingga 2-3 kali sehari- umumnya harus menjalani pengobatan jangka panjang.
Hilman

Selasa, 08 November 2011

Tips Gizi Tepat Untuk Daya Tahan Tubuh


Tips Gizi Tepat Untuk Daya Tahan Tubuh

Dengan semakin banyaknya kegiatan anak, maka semakin beragam pula ancaman penyakit yang mungkin menerpa. Boleh jadi udara di luar akan membuatnya lebih mudah terserang pilek; atau debu membuatnya bersin. Namun, Ibu tak perlu terlalu cemas selama kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik. Apa saja yang diperlukan untuk mendukung daya tahan mereka?


Lemak
Diperlukan sebagai penyimpanan terbesar sumber energi tubuh. Otak yang sedang tumbuh juga memerlukan lemak yang tepat dan benar. Otak menggunakan 60% dari total energi yang dikonsumsi bayi, dan 60% dari otak adalah lemak. Lemak terbaik diperoleh dari ASI.


Karbohidrat

Sangat dibutuhkan sebagai salah satu sumber energi. Ibu harus memilih karbohidrat yang berasal dari zat tepung (gula) yang ‘baik’. Sumber gula yang ‘baik’ adalah ASI, apel, buncis dan kacang polong, produk olahan berbahan susu, buah segar, pasta, kentang, kacang kedelai, kentang, sayuran, dan biji-bijian.


Protein Protein adalah makanan untuk tumbuh, bertanggung jawab pada pertumbuhan serta memperbaiki dan mengganti jaringan.

Selama tahun pertama, kebutuhan protein bayi dapat dipenuhi oleh ASI

Sumber-sumber protein lainnya yang dapat diperoleh anak adalah melalui makanan laut, sperti ikan salmon, dan produk olahan berbahan susu yaitu keju dan yoghurt, polong-polongan seperti kacang kedelai, tahu dan buncis, daging sapi dan unggas, telur, mentega kacang, dan padi-padian.

Serat

Merupakan bagian yang tidak dapat dicerna dalam tepung dan buah-buahan, adalah pencahar alami yang membantu pembuangan produk sisa makanan dari usus.

Makanan garing dan kenyal seperti padi-padian dan polong-polongan adalah contoh serat yang baik, dan lainnya seperti buah-buahan dan sayuran.

Vitamin dan Mineral
Kedua zat gizi diperlukan tubuh anak, walaupun tidak dalam jumlah besar, karena membantu makanan yang dikonsumsi bekerja dengan lebih baik dan semua system tubuh berfungsi dengan baik.

13 Vitamin yang dibutuhkan yaitu A,C,D,E,K dan 8 jenis kalsium, fosfor, dan magnesium (untuk pembentukan tulang), zat besi dan tembaga (membangun darah), seng (mendorong kekebalan tubuh), sodium dan potasium (mengatur keseimbangan air dalam tubuh), serta beberapa minteral lain, yaitu yodium dan mangan.

Kiat Memilih, Membeli, dan Menyimpan Susu Formula

Anda harus memperhatikan beberapa hal saat memilih, membeli dan menyimpan susu formula. Diantaranya kemasan, membaca label dan cara penyimpananya.

Kemasan, baik kaleng atau dus, kondisinya harus utuh, tidak penyok, robek, berkarat, kembung atau bocor.
Tempat display susu, pilih yang dijual di rak khusus susu, tidak terkena sinar matahari langsung.
Label, baca isi keseluruhan tentang:
  • Komposisi gizi. Semua produsen susu formula di dunia wajib mengikuti aturan standar internasional (Codex Alimentarius) mengenai jumlah, komposisi, proses produksinya hingga pelabelan produk, sehingga dapat terjamin keamanannya. Zat gizi yang wajib ada, yaitu zat gizi makro (protein, karbohidrat, lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral). Selain itu, ada yang dinamakan optional ingredient, seperti DHA, ARA, Nukleotida, Taurin, dan lain-lain.
  • Tanggal kadaluarsa, pilih yang tanggalnya masih jauh.
Simpan susu sesuai saran yang tertera pada kemasannya:
  • Susu bubuk sebaiknya disimpan dalam wadah bertutup rapat. Lebih baik bila kedap udara.
  • Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-7 ÂșC).
  • Susu UHT bisa disimpan pada suhu ruang biasa (tidak memerlukan pendinginan kecuali setelah dibuka).